PRAKTIK PENGEMBANGAN MEDIA BERBASIS WEB
PRAKTIK PENGEMBANGAN
MEDIA BERBASIS WEB

Makalah
Dipresentasikan dalam Forum Seminar Kelas Mata Kuliah
Media dan Sumber Belajar
Program Sarjana Prodi PAI Semester III
Oleh :
NURUL ILMI HIDAYAH
( 20100119097)
HAFIZAH KURNIAH. S
( 20100119098 )
Dosen Pemandu:
Dr. Rosdiana,M.Pd.I.
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2020
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke
hadirat Allah swt.karena atas segala limpahan rahmat, taufik dan petunjuk-Nya,
sehingga makalah ini dapat diselesaikan sebagaimana mestinya, meskipun dalam
bentuk yang sederhana dan masih memerlukan perbaikan secara berkelanjutan.
Sholawat dan taslim tidak lupa pula penulis haturkan kepada junjungan nabi
besar Muhammad saw. dan segenap keluarganya, para sahabat sampai kepada
orang-orang mukmin yang telah memperjuangkan Islam sampai saat ini bahkan
sampai akhir zaman.
Adapun keberadaan isi makalah ini yang berjudul
“PRAKTIK
PENGEMBANGAN MEDIA BERBASIS WEB” dalam memenuhi tugas mata kuliah Media
dan Sumber Belajar yang dibimbing oleh ibu Dr. Rosdiana M.Pd. Terlepas dari
kesalahan bahwa keberadaan makalah ini merupakan tugas yang harus penulis
selesaikan, penulis tetap berharap semoga isi makalah ini dapat bermanfaat bagi
siapapun yang membutuhkan.
Karena itu, saran serta kritik yang bersifat
membangun senantiasa penulis harapkan demi perbaikan dan penyempurnaan
selanjutnya.Akhirnya kepada Allah swt, jugalah kami mengembalikan segalanya dan
semoga makalah ini dapat bernilai ibadah disisi-Nya.
Amin Ya Rabbal
Alamin
Enrekang, November 2020
Penulis
DAFTAR ISI
DAFTAR
ISI.................. ii
KATA PENGANTAR..................................... iii........................................
BAB I PENDAHULUAN...................................... 1........................................
A. Latar Belakang........................... 1
B. Rumusan Masalah.............. 2
C. Tujuan Penulisan........... 2
BAB
II PEMBAHASAN.. 3
A.
Konsep Pembelajaran Berbasis Web 3
B.
Fungsi dan Manfaat Pembelajaran Berbasis
Web 7
C.
Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran
Berbasis Web 8
BAB III PENUTUP...... 10
A.
Kesimpulan. 10
B.
Saran.......... 11
DAFTAR PUSTAKA.... 12
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan
Teknologi Informasi (TI) beberapa tahun belakangan ini berkembang dengan
kecepatan yang cukup tinggi, sehingga perkembangan ini telah mengubah paradigma
masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi, yang tidak lagi terbatas
pada informasi surat kabar, audio visual elektronik, tetapi juga sumber-sumber
informasi lainnya seperti melalui jaringan internet.
Salah
satu bidang yang mendapatkan dampak cukup berarti dari perkembangan (TI) ini
adalah bidang pendidikan, dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu
proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi
informasi-informasi pendidikan yang memiliki unsur-unsur:
1. Pendidik sebagai
salah satu sumber informasi
2. Media sebagai
sarana penyajian ide
3. Gagasan dan
materi pendidikan serta
4. Peserta didik
itu sendiri.
Perkembangan
TI dan penerapannya dalam pendidikan menjadi wacana yang berkembang saat ini.
Integrasi teknologi informasi kedalam pendidikan salah satunya dalam bentuk
Pembelajaran Berbasis Web (PBW). Terdapat berbagai keunggulan penerapan PBW
disamping beberapa catatan kelemahannya bila dibandingkan dengan pembelajaran
konvensional.
Terkait
dengan masalah tersebut, sudah seharusnya guru zaman sekarang ini mulai
memanfaatkan internet sebagai sumber belajar. Dengan pembelajaran seperti ini
diharapkan pengetahuan guru maupun siswa akan berkembang. Selain itu guru
maupun siswa juga akan terbiasa mengoperasikan perangkat komputer tersebut,
sehingga tidak ada lagi istilah guru gaptek (Gagap Teknologi) maupun siswa
gaptek.[1]
B. Rumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang yang di atas, maka dapat dirumuskan
permasalahan yang akan dibahas sebagai berikut:
1. Bagaimana konsep pembelajaran berbasis web?
2. Apa fungsi internet dalam proses pembelajaran?
3. Apa kelebihan dan kekurangan internet dalam proses
pembelajaran?
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan berdasarkan rumusan masalah tersebut adalah
sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui konsep pembelajaran berbasis web?
2. Untuk mengetahui fungsi internet dalam proses
pembelajaran?
3. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan internet dalam
proses pembelajaran?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep Pembelajaran Berbasis
Web
Pembelajaran berbasis
Web adalah suatu kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan media situs (website)
yang bias diakses melalui jaringan internet. Pembelajaran berbasis Web atau
yang dikenal juga dengan Web Based Learning, merupakan salah satu jenis
penerapan pembelajaran elektronik (E-learning). Atau dapat juga dikatakan
sebuah pengalaman belajar dengan memanfaatkan jaringan internet untuk
berkomunikasi dan menyampaikan informasi pembelajaran.
Internet merupakan
jaringan yang terdiri atas ribuan bahkan jutaan komputer, termasuk di dalamnya
jaringan lokal, yang terhubungkan melalui saluran (satelit, telepon, kabel) dan
jangkauanya mencakup seluruh dunia. Internet memiliki banyak fasilitas yang
dapat digunakan dalam berbagai bidang, termasuk dalam kegiatan pendidikan.
Fasilitas tersebut antara lain: e-mail, Telnet, Internet Relay Chat,
Newsgroup, Mailing List (Milis), File Transfer Protocol (FTP), atau World
Wide Web (WWW) (Oos M. Anwas: 2003).
Khan dalam Herman Dwi
Surjono (1999) mendefinisikan pengajaran berbasis web (WBI)
sebagai program pengajaran berbasis hypermedia yang
memanfaatkan atribut dan sumber daya World Wide Web (Web)
untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Sedangkan menurut
Clark WBI adalah pengajaran individual yang dikirim melalui
jaringan komputer umum atau pribadi dan ditampilkan oleh web browser.
Oleh karena itu kemajuan WBI akan terkait dengan kemajuan
teknologi web (perangkat keras dan perangkat lunak) maupun
pertumbuhan jumlah situs-situs web di dunia yang sangat cepat.[2]
Konvensi internasional,
menyatakan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan berbagai
proses dan aplikasi elektronik untuk pembelajaran, termasuk di dalamnya adalah
CBT, WBI, CD, dan lain-lain. Sedangkan pembelajaran berbasis web diartikan
sebagai pembelajaran melalui internet, intranet, dan halaman web saja. Namun
demikian istilah e-learning dan online learning sering
disamakan dengan pembelajaran berbasis web (Davidson & Rasmusen, 2006: 10).
Walter Dick, dkk (2005: 1)
dalam pengantar desain pembelajaran menyatakan bahwa:
”In a contemporary e-learning or distance learning
course, students are brought together with an instructor (perhaps) and textbook
or online content, and are guided through class activities such as online
exercises, question/answer/discussion boards, projects, and interaction with
classmates”.
Pernyataan di atas
menunjukkan bahwa dalam pembelajaran berbasis web pengajar menyajikan materi
secara online, memandu siswa melalui aktivitas kelas dalam bentuk latihan,
ruang diskusi/tanya jawab, tugas, dan berinteraksi dengan teman sekelas secara
online.
Menurut Herman Dwi
Surjono & Maltby (2003), ada dua keuntungan dari pembelajaran berbasis web,
yaitu kebebasan platform dan ruang kelas. Dengan demikian
pembelajaran berbasis web memiliki fleksibilitas tinggi untuk mengubah setting,
struktur, maupun konten sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pengguna.[3]
Menurut Mc.Manus dalam
Herman Dwi Surjono (1999) ternyata jaringan internet bukanlah semata-mata suatu
media, tetapi lebih dari itu juga merupakan pemberi materi dan sekaligus materinya.
Seorang dosen yang mengajarkan suatu topik tertentu melalui web akan
dengan mudah menghubungkannya dengan situs-situs web yang
berkaitan dengan topik tersebut. Kemampuan ini meliputi:
1. Penyampaian materi dalam berbagai bentuk data serta
dapat dihubungkan ke berbagai sumber informasi lainnya (hypermedia).
2. Pendaftaran mahasiswa secara on-line sehingga
bisa dilakukan setiap saat.
3. Identifikasi akses berikutnya bagi mahasiswa yang
sudah terdaftar.
4. Penelusuran kemajuan belajar.
5. Evaluasi.
6. Fleksibilitas kontrol terhadap alur pembelajaran
dan lain-lain.
Dengan fasilitas yang
dimilikinya, internet menurut Onno W. Purbo paling tidak ada tiga hal dampak
positif penggunaan internet dalam pendidikan yaitu:
1. Peserta didik dapat dengan mudah mengambil mata kuliah
dimanapun di seluruh dunia tanpa batas institusi atau batas negara.
2. Peserta didik dapat dengan mudah berguru pada para
ahli di bidang yang diminatinya.
3. Kuliah/belajar dapat dengan mudah diambil di berbagai
penjuru dunia tanpa bergantung pada universitas/sekolah tempat si mahasiswa
belajar. Di samping itu kini hadir perpustakan internet yang lebih dinamis dan
bisa digunakan di seluruh jagat raya” (Oos M. Anwas: 2003).
Pendapat di atas
menunjukkan bahwa manfaat internet bagi pendidikan adalah dapat menjadi akses
kepada sumber informasi, akses kepada narasumber, dan sebagai media kerjasama.
Akses kepada sumber informasi yaitu sebagai perpustakaan on-line,
sumber literatur, akses hasil-hasil penelitian, dan akses kepada materi kuliah.
Akses kepada nara sumber bisa dilakukan komunikasi tanpa harus bertemu secara
fisik. Sedangkan sebagai media kerjasama internet bisa menjadi media untuk
melakukan penelitian bersama atau membuat semacam makalah bersama.
Jaya Kumar C. Koran,
mendefinisikan e-learning sebagai sembarang pengajaran dan
pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet)
untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan. Ada pula yang
menafsirkan e-learning sebagai bentuk pendidikan jarak jauh
yang dilakukan melalui media internet. Sedangkan Dong mendefinisikan e-learning sebagai
kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik
komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya (Oos M.
Anwas: 2003).[4]
Rosenberg menekankan
bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet
untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan. Secara lebih rinci Rosenberg mengkatagorikan tiga kriteria dasar
yang ada dalam e-learning, yaitu: e-learning bersifat
jaringan, e-learning dikirimkan kepada pengguna melalui
komputer dengan menggunakan standar teknologi internet, e-learning terfokus
pada pandangan pembelajaran yang paling luas (Oos M. Anwas: 2003).
Duchastel dalam Herman
Dwi Surjono (1999) mengajukan model pengajaran di perguruan tinggi dengan
memanfaatkan jaringan web di internet. Model ini meliputi fungsi-fungsi yang sengaja dikontraskan dengan model
pengajaran konvensional. Fungsi-fungsi tersebut akan membentuk suatu model yang
bisa dipakai sebagai pedoman bagi para dosen atau perencana instruksional dalam
proses perubahan dari pengajaran konvensional ke bentuk pengajaran yang sesuai
melalui web ataupun mengembangkan suatu program pengajaran
berbasis web yang baru.
Oleh karena dalam web tersedia
sumber informasi dan sumber daya pembelajaran yang melimpah, maka kegiatan
belajar tidak difokuskan pada satu atau beberapa sumber informasi tertentu
saja, tetapi bereksplorasi ke berbagai situs-situs yang berkaitan. Dalam
pengajaran konvensional seorang dosen mewajibkan mahasiswa untuk mempelajari
(menghafal) buku atau diktat tertentu untuk kemudian dievaluasi penguasaannya
pada akhir semester. Dalam model pengajaran berbasis web seorang
dosen lebih tepat memberi pengarahan kepada mahasiswa agar mencapai suatu
tujuan akhir yang diharapkan dan membiarkan mahasiswa mengorganisir proses
pembelajarannya sendiri. Dalam hal ini mirip seperti metode proyek, akan tetapi
aplikasinya tidak pada kerja proyek, melainkan pada pengembangan
pengetahuandalam bidang ilmu tertentu.[5]
Model pengajaran
berbasis web juga menekankan penilaian pada level tugas.
Evaluasi tidak sekedar untuk mengetahui tingkat pemahaman suatu materi, tetapi
dikembangkan untuk menilai pencapaian penyelesaian tugas. Mahasiswa tidak
dievaluasi sampai sejauh mana pengetahuan yang dimilikinya tetapi bagaimana ia
memanfaatkan pengetahuannya untuk menyelesaikan suatu permasalahan (Herman
Dwi Surjono: 1999).
Uraian di atas menunjukan
bahwa sebagai dasar dari e-learning adalah pemanfaatan teknologi
internet. Jadi e-learning merupakan bentuk pembelajaran
konvensional yang dituangkan dalam format digital melalui teknologi internet.
Oleh karena itu e-learning dapat digunakan dalam sistem
pendidikan jarak jauh dan juga sistem pendidikan konvensional. Dalam pendidikan
konvensional fungsi e-learning bukan untuk mengganti,
melainkan memperkuat model pembelajaran konvensional.
B. Fungsi dan Manfaat
Pembelajaran Berbasis Web
Kruse (dalam Rusman,
2009:117) dalam salah satu tulisannya yang berjudul “using the web for
learning” yang dimuat dalam situs www.elearningguru.com mengemukakan bahwa pembelajaran berbasis Web sering kali memiliki
manfaat yang banyak bagi peserta didiknya. Bila dirancang dengan baik dan
tepat, maka pembelajaran berbasis web bias menjadi pembelajaran yang
menyenangkan, memiliki unsure interaktivitas yang tinggi, menyebabkan peserta
didik mengingat lebih banyak materi pelajaran, serta mengurangi biaya-biaya
operasional yang biasanya dikeluarkan oleh peserta didik untuk mengikuti
pembelajaran (contohnya uang jajan/biaya transportasi sekolah).
Dikarenakan sifatnya
yang maya/virtual, pembelajaran berbasis web dianggap telah memberikan
fleksibilitas terhadap kegiatan pengaksesan materi pembelajaran. Penghantaran
materi pembelajaran kini tidak lagi tergantung pada medium fisik seperti buku
pelajaran cetak atau CD-ROM. Materi pembelajaran kini berbentuk data yang bias
di decode (diuraikan) melalui perangkat elektronik seperti computer,
smartphone, telepon seluler atau piranti elektronik lainnya.[6]
Disamping beberapa
keunggulan tersebut, pembelajaran berbasis web juga memiliki kelemahan, yaitu
kurangnya interaksi langsung antara siswa dan guru yang disebabkan oleh banyak
factor teknis. Menyikapi hal tersebut, kruse berpandangan, dengan semakin
majunya teknologi internet dan jaringan, dengan semakin lebarnya bandwidth dan
semakin cepatnya koneksi internet beberapa tahun belakangan ini, maka kelemahan
terbesar dari pembelajaran berbasis web ini bias diminimalisasi dalam beberapa
tahun kedepan.
C. Kelebihan dan Kekurangan
Pembelajaran Berbasis Web
Sebagaimana media
pembelajaran pada umumnya, pembelajaran berbasis web pun memiliki berbagai
kelebihan dan kekurangan.
1.
Kelebihan
·
Memungkinkan setiap orang dimana pun, kapan pun untuk memepelajari apa
pun.
·
Pembelajar dapat belajar sesuai dengan karakteristik dan langkah dirinya
sendiri karena pembelajaran berbasis web membuat pembelajaran menjadi bersifat
individual.
·
Kemampuan untuk membuat tautan (link), sehingga pembelajar dapat
mengakses informasi dari berbagai sumber, baik didalam maupun diluar lingkungan
belajar.
·
Sangat potenisal sebagai sumber belajar bagi pembelajar yang tidak
memiliki cukup waktu untuk belajar.
·
Dapat mendorong pembelajar untuk lebih aktif dan mandiri didalam
belajar.
·
Menyediakan sumber belajar tambahan yang dapat digunakan untuk
memperkaya materi pembelajaran.
·
Menyediakan mesin pencari yang dapat digunakan untuk mencari informasi
yang mereka butuhkan.
·
Isi dan materi pelajaran dapat di-update dengan mudah.
2.
Kekurangan
·
Keberhasilan pembelajaran berbasis web bergantung pada kemandirian dan
motivasi pembelajar.
·
Akses untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan web seringkali
menjadi masalah bagi pembelajar.[7]
·
Pembelajar dapat cepat merasa bosan dan jenuh jika mereka tidak dapat
mengakses informasi, dikarenakan tidak terdapatnya peralatan yang memadai dan
bandwith yang cukup.
·
Dibutuhkannya panduan bagi pembelajar untuk mencari informasi yang
eleven, karena informasi yang terdapat didalam web sangat beragam.
· Dengan
menggunakan pembelajaran berbasis web, pembelajar terkadang merasa terisolasi,
terutama jika terdapat keterbatasan dalam fasilitas komunikasi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Keuntungan
Media pembelajaran berbasis web adalah dalam hal fleksibilitasnya. Sebagian
media pembelajarn berbasis web hanya dibangun untuk menampilkan kumpulan
materi, sementara forum diskusi atau tanya jawab dilakukan melalui e-mail atau milist. Disamping
itu ada juga media pembelajaran berbasis web yang terpadu, berupa portal e-learning yang
berisi berbagai obyek pembelajaran yang diperkaya dengan multimedia serta
dipadukan dengan system informasi akademik, evaluasi, komunikasi, diskusi, dan
berbagai educatioanal tools lainnya. Free
weblog merupakan web yang dapat dikembangkan secara instan terdiri
dari post dan page. Free weblog dengan
demikian dapat dikembangkan sebagai media pembelajaran berbasis web.
Berdasarkan kajian teori, disimpulkan bahwa metode pemanfaatan freeweblog sebagai
media pembelajaran berbasis web dapat dilakukan dengan cara:
1. Membuat post sebagai
media diskusi.
2. Membuat halaman
sebagai tempat menampilkan suatu mata pelajaran/mata kuliah.
3. Membuat sub
halaman sebagai tempat menampilkan suatu pokok bahasan dalam suatu mata
pelajaran/mata kuliah.
Adapun
keunggulan media pembelajaran berbasis web yang dibangun dengan free
weblog adalah:
1. Sebagai media
pembelajaran berbasis web, free weblog dapat diakses oleh para
siswa kapan saja dan di mana saja.
2. Free
weblog merupakan
web yang dapat dibangun dengan mudah tidak memerlukan bahasa pemrograman khusus.
3. Free
weblog merupakan
web yang dapat dibangun tanpa biaya sepeserpun.
B. Saran
Saya menyadari
sepenuhnya bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan
dan kekurangan didalam pembuatan makalah ini. Oleh karena itu, dengan
kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran baik dari dosen pemimbing
maupun dari pembaca budiman. Atas kritik dan saran nantinya kami ucapkan
terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
http://mardiahdhya.blogspot.com/2015/04/media-pembelajaran-berbasis-web-e.html?m=1
http://www.teknologipendidikan.net/pengembangan-bahan-belajar-berbasis-web
http://ilmukomputer.org/2009/06/10/pengembangan-media-pembelajaran-berbasis-komputer
http://ilmukomputer.org/2008/03/29/pengembangan-model-pembelajaran-jarak-jauh
http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2008/01/adri-multimedia-pengajaran.pdf
http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2009/06/omtion-authorware.zip
[1]
http://mardiahdhya.blogspot.com/2015/04/media-pembelajaran-berbasis-web-e.html?m=1
(Diakses pada 12 November
2020)
[2]http://mardiahdhya.blogspot.com/2015/04/media-pembelajaran-berbasis-web-e.html?m=1
(Diakses pada 12 November
2020)
[3]http://mardiahdhya.blogspot.com/2015/04/media-pembelajaran-berbasis-web-e.html?m=1
(Diakses pada 12 November
2020)
[4]http://mardiahdhya.blogspot.com/2015/04/media-pembelajaran-berbasis-web-e.html?m=1
(Diakses
pada 12 November
2020)
[5]http://mardiahdhya.blogspot.com/2015/04/media-pembelajaran-berbasis-web-e.html?m=1
(Diakses pada 12 November
2020)
[6]
http://mardiahdhya.blogspot.com/2015/04/media-pembelajaran-berbasis-web-e.html?m=1
(Diakses pada 12 November
2020)
[7]http://mardiahdhya.blogspot.com/2015/04/media-pembelajaran-berbasis-web-e.html?m=1
(Diakses pada 12 November
2020)
Komentar
Posting Komentar