Tugas Makalah Pulpen Sebagai Media Pembelajaran

 


MEDIA PULPEN



Makalah


Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mid pada Mata Kuliah Media dan Sumber Belajar Fakultas Tarbiyah dan Kegurun UIN Alauddin Makassar


Oleh:


NURUL ILMI HIDAYAH

NIM:20100119097






FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

2020





KATA PENGANTAR


Segala puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah Subuhanahu Wa Ta’ala. Karena  atas berkat  limpahan rahmat dan  karunia- Nya, sehingga makalah ini dapat diselesaikan selama mestinya, meskipun dalam bentuk  yang  sederhana dan  masih memerlukan perbaikan secara berkelanjutan.  Shalawat  serta  salam  tidak   lupa   pula   penulis  haturkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.


Adapun  keberadaan isi makalah ini yang  berjudul  “Media Pulpen” dalam  memenuhi  tugas  mata kuliah  Media   dan  Sumber  Belajar  yang dibimbing   oleh  ibu  Dr. Rosdiana  M.Pd.  terlepas  dari  kesalahan  bahwa keberadaan makalah ini merupakan tugas yang  penulis harus selesaikan, penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membutuhkan.Karena  itu,  saran serta  kritik  yang  bersifat  membangun senantiasa penulis harapkan demi perbaikan dan penyempurnaan selanjutnya.  Akhirnya  kepada Allah  Subhanahu Wa  Ta’ala,  jualah   kami mengembalikan segalanya dan  semoga makalah ini dapat bernilai  ibadah di sisi-Nya.


Aamiin Yaa Robbal Aalamiin



Gowa, 30 Oktober 2020




Penulis




DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL …………………………………………………………


KATA PENGANTAR ……………………………………………………     ii


DAFTAR ISI …………………………………………………………………………..      iii



BAB I PENDAHULUAN



A. Latar Belakang ………………………………………..   1



B. Rumusan Masalah ………………………………………...   2



C. Tujuan Penulisan …………………………………………  2



BAB II PEMBAHASAN



A. Sejarah Media Pulpen …………………………………   3



B. Ayat yang Berkaitan dengan Media Pulpen ……………  5



C. Hubungan Media Pulpen  dengan Ayat Al-Quran ……   6


D. Cara Penggunaan Media Pulpen ………………………….   7


E. Manfaat Pulpen  Bagi Manusia ……………………….   9


BAB III PENUTUP


A..Kesimpulan ………………………………………………..   10



B. Saran ………………………………………………..   10

  


DAFTAR PUSTAKA




BAB I

PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang



Media  pembelajaran adalah sebuah sarana yang  sangat berguna untuk jalannya  proses belajar  dan mengajar. Mustahil tanpa adanya media proses pembelajaran yang  diinginkan  akan  mudah untuk  dicapai, karena media  merupakan sebuah saluran yang  digunakan untuk  menyampaikan pesan dan informasi.


Pulpen  adalah suatu alat  tulis yang  diciptakan untuk  kepentingan manusia  dalam  menulis  apapun. Begitu  pula  dengan pensil,  penghapus, dan tip-x.


Untuk seorang pelajar dan penyedia jasa seperti guru, pulpen merupakan bagian terpenting dalam proses belajar mengajar. Namun biasanya mereka sering tidak  membawa alat  tersebut. Banyak  beberapa faktor  yang  menyebabkan mereka tidak  membawanya antara lain, lupa, efisiensi waktu, efektifitas alat, dan  lain-lain. Untuk  seorang pelajar  dan guru, setidaknya alat tulis yang begitu  penting harus lengkap dalam pembawaan  alat   tulis,  supaya  pada  proses  belajar   mengajar  dapat berjalan lancar  dan tidak terganggu Diawali  dengan  banyaknya para   pelajar   yang   menggunakan  alat tulis seperti pulpen.




B.  Rumusan Masalah



Berdasarkan  latar   belakang  yang  penulis  uraikan   di  atas,  maka rumusan masalah yang  akan  dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:


1. Bagaimana Sejarah Media Pulpen?

2. Apa Ayat yang Berkaitan dengan Media Pulpen?

3. Apa Hubungan Media Pulpen  dengan Ayat tersebut?

4. Bagaimana Cara Penggunaan Media Pulpen?

5. Apa Manfaat Pulpen  bagi Manusia? 


C.  Tujuan Penulisan

Dengan  tujuan  penulisan berdasarkan rumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut:


1.   Mengetahui Sejarah Media Pulpen

2.  Mengetahui Ayat yang Berkaitan dengan Media Pulpen

3.  Mengetahui Hubungan Media Pulpen  dengan Ayat tersebut

4.  Mengetahui Cara Penggunaan Media Pulpen

5.   Mengetahui Manfaat Pulpen  Bagi Manusia



BAB II

PEMBAHASAN


A.  Sejarah Media Pulpen



Pulpen  (dari bahasa Belanda:  vulpen)  adalah alat tulis berupa mata pena  berujung tajam  yang  dilengkapi pegangan berisi kantong tinta  yang bisa  diisi  kembali.   Tinta  berbasis  air  diisi  melalui   mata pena   dengan mekanisme penyedot yang  memasukkan tinta  dari  botol  tinta  ke  dalam kamar   tinta.  Berbeda dengan  bolpen,  pulpen   tidak  perlu  ditekan  ketika menulis. Tinta  mengalir dari  kamar  tinta  ke  mata pena  dengan bantuan kapilaritas dan gravitasi.


Catatan tertulis tertua mengenai pena  yang dilengkapi kantong tinta berasal dari abad ke-10 M. Pada 953, khalifah  Ma'ād  al-Mu'izz dari Mesir menginginkan pena  yang tidak mengotori tangan dan bajunya  dengan tinta. Ia diberi pena  yang dilengkapi penyimpanan tinta, dan tintanya mengalir ke mata pena  dengan bantuan kapilaritas dan  gravitasi. Seperti  dicatat oleh kadi al-Nu'man al-Tamimi (974) dalam Kitdb al-Majalis wa 'l-musayardt, al- Mu’izz yang memimpin proyek pembuatan pena  memberi instruksi:


"Kami ingin membuat pena  yang  bisa dipakai  menulis tanpa harus bolak-balik menceluplan pena  ke  tempat tinta, dan  pena  tersebut harus dilengkapi kantong tinta  di dalamnya. Pemilik  pena  dapat meletakkannya di lengan  baju  atau  di mana saja  ia ingini tanpa terkena noda  tinta  atau tinta  bocor   dari  pena. Tinta  hanya  mengalir kalau  pemilik  memakainya untuk   menulis.  Sepengetahuan  kami   belum   ada   orang   yang   pernah membuat (pena  seperti ini), dan  sebagai "bahan perenungan" bagi  siapa saja yang menyadari kegunaan dan pentingnya pena  seperti ini."

Dalam  Deliciae  Physico-Mathematicae  (1636),  penemu berkebangsaan Jerman, Daniel Schwenter menceritakan pena  yang dibuat dari dua  pena  bulu. Pada 25 Mei 1827, penemu berkebangsaan Rumania, Petrache Poenaru menerima paten di  Prancis untuk  ciptaannya berupa pulpen  pertama dengan kartrij bisa diganti.[3] Desain pulpen memungkinkan  orang   menulis  dengan lancar   tanpa tinta  tumpah atau kertas robek. Sejak 1850-an, berbagai paten yang berkaitan dengan pulpen 




diajukan,  dan   produksi  pulpen   terus  meningkat.  Walaupun  demikian, pulpen  baru  menjadi alat  tulis yang  populer  setelah ditemukannya mata pena   dari  emas berujung  iridium,  karet   keras,  dan  tinta  yang  mengalir lancar.


Pada 1870-an, Duncan  MacKinnon  seorang Kanada penduduk New York   City  bersama  Alonzo   T.  Cross  dari   Providence,  Rhode   Island membuat pena   stilograf  yang  dilengkapi  mata pena   berbentuk tabung berlubang  dan   sebatang  kawat   yang   berfungsi  sebagai  katup.   Pena stilograf  kini  umumnya  dipakai   untuk   gambar  teknik,  namun  dulunya populer  untuk  menulis.  Era produksi  besar-besaran  pulpen  dimulai  tahun 1880-an. Ketika  itu, produsen terbesar pulpen  di Amerika  Serikat  adalah Waterman yang  memproduksi pulpen  hasil desain Poenaru,[3] asal New York  City  dan   Wirt  asal  Bloomsburg,  Pennsylvania.  Nama   Waterman menjadi  lebih   populer   daripada  Wirt,  dan   menjadi  produsen  terbesar pulpen  hingga  awal 1920-an.

Pada  waktu   itu,  sebagian  besar  pulpen   diisi  dengan  membuka bagian  pemegang  tinta,  dan   meneteskan  tinta   ke  dalam  kamar   tinta dengan memakai  penetes mata (pipet).  Cara  pengisian  tinta  seperti  ini sulit dan  tidak  rapi. Selain  itu, tinta  bocor  ke bagian tutup  atau  di bagian sambungan  dengan  kamar    tinta.   Setelah  bahan  yang   sesuai  untuk membuat pulpen  sudah ditemukan, masalah yang  tersisa adalah sistem pengisian tinta  yang sederhana, mudah, dan  antibocor. Pulpen  yang dapat diisi tanpa harus membuka kamar  tinta ditemukan sekitar awal abad ke-20, antara lain  berkat   penemuan A. A. Waterman,  Walter  A. Sheaffer,  dan Parker.

Di Eropa, pemasok asal Jerman yang dikenal  dengan nama Pelikan, memperkenalkan pulpen  pertama mereka pada tahun  1929.  Pelikan sebelumnya membeli paten untuk  pulpen  dengan tinta  padat dari  pabrik Slavoljub Penkala di Kroasia (dipatenkan tahun  1907  dan mulai diproduksi massal sejak 1911), dan  paten pengisi tinta  model  piston dari  Theodor Kovacs asal Hongaria.



Pulpen   mulai  diproduksi  dalam  aneka warna   dan  model   setelah seluloida secara bertahap menggantikan karet  sebagai bahan pemegang pulpen.   Duofold  dan   Vacumatic  dari  Parker,  serta Pelikan   100  adalah model-model pulpen  yang populer  pada masa-masa antara Perang Dunia I dan Perang Dunia II.


Walaupun sudah ditemukan bolpen, pulpen  masih sangat populer antara 1940-an dan  1950-an. Bolpen  masih mahal, dan  tinta  masih sering bocor    atau    macet,   sedangkan   teknologi   tinta    sudah   matang  dan diproduksi  massal.  Model-model  yang   populer   pada  1950-an  adalah Parker  51, Snorkel dari Sheaffer, dan Skyline dari Eversharp.


Pada 1960-an, teknologi bolpen  semakin maju  dan  mulai menggantikan pulpen  untuk penggunaan sehari-hari. Kini, produsen pulpen yang     masih     bertahan terutama Montblanc dan Pelikan lebih mempromosikan pulpen sebagai benda koleksi dan simbol status daripada alat tulis sehari-hari.


Pada dasarnya Pulpen  jenis ini sendiri lebih dikenal dengan sebutan Fountain  Pen.   Jenis  pulpen   ini  berbeda  dengan  jenis  Bolpoint   pada umumnya,  dimana  pulpen   jenis  ini memiliki  ujung  yang  lancip menggunakan tinta  cair  yang  dapat diisi ulang, dan  penggunaannya pun dapat menghasilkan goresan yang lebih memiliki seni. Di Indonesia sendiri, Fountain Pen lebih dikenal dengan sebutan Pena.


B.  Ayat  yang Berkaitan dengan Media Pulpen


1.   QS. Al-Qalam ayat 1

ﻥﻭﺮﻄﺴﻳ ﺎﻣﻭ ﻢﻠﻘﻟﭐﻭ      ﻥ



”Nun, demi kalam  dan apa  yang mereka tulis”



2.   QS. Al-Alaq ayat 4

ﻢﻠﻘﻟﭑﺑ ﻢﻠﻋ ﻯﺬﻟﭐ



”Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.”



C.  Hubungan Media Pulpen  dengan Ayat Al-Qur’an


Hubungan   QS.   Al-Qalam   ayat    1   dengan  pulpen    sebagai   media pembelajaran.


Wa al-qalam adalah sumpah Tuhan  (qasm) pertama dalam Alquran yang turun tidak lama  setelah lima ayat pertama: Iqra’ bi ismi Rabbikalladzi khalaq,  khalaqa  al-insana  min  alaq,  iqra’  warabbuka  al-akram,  alladzi

‘allama bi al-qalam, ‘allama al-insana ma lam ya’lam.


Pena  atau    kalam,   sebagaimana   juga   disinggung   dalam   ayat keempat tadi, merupakan ciptaan Allah yang  pertama dari  tiada  menjadi ada  melalui  kun fa yakun. Dalam sebuah hadis yang sering muncul  dalam kitab-kitab tasawuf, pena  ini diperintah dengan kata-kata, “Tulislah pada lingkaran  pertama ini, yaitu lembaran Tuhan.” Pena lalu menjawab, “Wahai Tuhan, apa  yang harus aku tulis?”


Perintah  berikutnya  muncul,  “Tulislah  segala  sesuatu yang  telah terjadi,   yang    sedang   terjadi,   dan    yang    akan    terjadi    hingga    hari kebangkitan.” Pena menulis semuanya, sesudah itu pena  menjadi kering. “Tuhan   telah   selesai   dengan  penciptaan,   persediaan,   dan   ketentuan-

ketentuan yang pasti.”




Hubungan QS Al-Alaq ayat 4 dengan pulpen  sebagai media  pembelajaran. Yakni  mengajarkan   manusia   menulis   dengan  pena.  Allah  mengawali




dakwah Islam  dengan seruan dan  ajakan  untuk  membaca dan  menulis, karena di dalamnya terkandung manfaat yang sangat besar.


D.  Cara Penggunaan Media Pulpen



1.  Pegang pulpen  dengan benar.


Lepas tutup  dan pegang pulpen  dengan tangan dominan, sambil menjepitnya lembut di antara telunjuk dan ibu jari. Barrel (badan pulpen) harus bertumpu pada jari tengah. Letakkan jari-jari yang  lain  di atas kertas agar   posisi  tangan stabil.  Penting  untuk   memegang  pulpen dengan   benar    agar    tangan  tidak    lelah    saat  menulis   sekaligus membantu  proses  menulis.   Saat   menulis,   tutup   bisa   dipasang   di belakang pena, atau  dilepas sepenuhnya jika tangan Anda kecil.


2.  Letakkan ujung pena  (nib) di atas kertas.



Ini  mungkin   terdengar mudah,  tetapi  konstruksi  pulpen   yang berbeda  dibanding  bolpoin   biasa  akan   menyulitkan  Anda.   Pulpen memiliki ujung pena  lancip, bukan  bulat, sehingga Anda harus memosisikan  ujung   pena   dengan  benar   di  atas  kertas saat  ingin menulis.  Posisi  ini  disebut  sweet spot (titik  kontak   paling  efektif). Posisikan pulpen   dengan kemiringan 45  derajat  dan  letakkan ujung pena   di  atas  kertas. Buat  beberapa  goresan  menggunakan pulpen, sambil  sedikit  memutar pulpen  di tangan sampai  Anda

menemukan titik yang  tepat, yaitu saat pulpen  menghasilkan tulisan dengan lancar tanpa menggaruk kertas atau  putus-putus.


3.   Pastikan tangan dalam posisi kaku jika ingin menulis.



Dalam   proses  menulis,  ada   dua   cara   untuk   mengendalikan pulpen:   dengan jari  atau   tangan. Saat   menggunakan bolpoin,  Anda dapat  mengendalikannya  dengan  jari,  alih-alih  tangan  karena ujung yang bulat memungkinkan Anda melakukannya. Namun, saat menggunakan pulpen, Anda  harus mengendalikannya dengan tangan agar  tidak kehilangan sweet spot. Perhatikan hal berikut  untuk melakukannya.  Pegang pulpen   di  tangan dan  jagalah  agar   jari  dan pergelangan  tangan  tetap  kaku   saat  Anda  menggerakkan menggerakkan pulpen.  Lakukan  latihan  menulis di udara beberapa kali, baru kemudian di atas kertas sampai tangan mulai terbiasa.


4.   Tekan pulpen  dengan lembut.



Pulpen   tidak  perlu  ditekan kuat-kuat, tetapi ujung  pena   harus sedikit ditekan ke atas kertas agar  tinta  dapat mengalir. Tekan  pulpen dengan   lembut    di   atas   kertas  dan    mulailah    berlatih    menulis menggunakan pulpen. Goresan halus saat menulis karena jika Anda 

menekan  terlalu   keras ujung  pena   bisa  merusak dan  menghambat keluarnya tinta.  Menggunakan tangan, bukan  jari, juga akan  membantu Anda tidak menekan pulpen  terlalu keras.


Berikut  adalah beberapa gambar dari  Pulpen   sebagai salah satu media  pembelajaran.











E.  Manfaat Pulpen  bagi Manusia



Adapun  manfaat Pulpen  bagi  manusia adalah untuk  menulis suatu hal,yang dapat dihilangkan oleh  tipe  x/label,dan cara  pemakaian pulpen dengan cara  memegang batang tubuh  pulpen  tersebut dan cara  makainya kita tinggal menggerak-gerakannnya sesuai apa  yang mau kita tulis.


BAB  III PENUTUP

A.  Kesimpulan


Berdasarkan dengan pembahasan  di atas, maka  dapat disimpulkan sebagai berikut:


1.  Sejarah awal  atau  tertua mengenai pena  yang  dilengkapi kantong tinta  berasal dari abad ke-10 M. Pada 953, khalifah  Ma'ād  al-Mu'izz dari Mesir.


2.  Ayat yang  berkaitan dengan Pulpen  terdapat pada QS. AL-Qalam:1 dan QS. AL-Alaq:4


3.  Hubungan Pulpen   dengan QS.  Al-Qalam  ayat  1  yaitu  merupakan ciptaan Allah yang  pertama dari  tiada  menjadi ada  melalui  kun fa yakun.  Dalam  sebuah hadis yang  sering muncul  dalam kitab-kitab tasawuf, pena  ini diperintah dengan kata-kata, “Tulislah pada lingkaran  pertama ini, yaitu lembaran Tuhan.” Pena lalu menjawab, “Wahai Tuhan, apa  yang harus aku tulis?”


4.  Hubungan Pulpen  dengan QS. Al-  Alaq  ayat  5  yaitu  mengajarkan manusia menulis dengan pena. Allah mengawali dakwah Islam dengan seruan dan  ajakan untuk  membaca dan  menulis, karena di dalamnya terkandung manfaat yang sangat besar.


5.  Cara  penggunaa media   Pulpen   adalah  Pegang pulpen,  Letakkan ujung pena  (nib) di atas kertas, Pastikan tangan dalam posisi kaku jika ingin menulis, dan Tekan pulpen  dengan lembut.


B.  Saran



Sebaiknya bagi seorang pendidik  dapat memilih  dan  menggunakan media   pembelajaran dengan baik  sehingga peserta didik  lebih  antusias dalam  mengikuti  pembelajaran  yang  disampaikan  dapt   dapat meningkatkan motivasi belajar  pada peserta didik.








DAFTAR PUSTAKA



https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-media.html 


http://dudutraray.blogspot.com/2018/03/belajar-membuat-karya- ilmiah.html?m=1



https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pulpen 



https://republika.co.id/berita/m28tvw/makna-alqalam-menurut-para-sufi-1 


https://tafsirweb.com/12870-quran-surat-al-alaq-ayat-4.html   



https://id.wikihow.com/Menggunakan-Pulpen 



https://brainly.co.id/tugas/43053




Soal tanya jawab


1. Kapankah pena atau pulpen pertama kali ditemukan?

    Jawab: Pada abad ke-10 M. Pada 953, khalifah  Ma'ād  al-Mu'izz dari Mesir.

2. Mengapa pulpen jenis Fountain Pen dikatakan berbeda dengan jenis pulpen lainnya?

    Jawab: Karena dimana pulpen   jenis  ini memiliki  ujung  yang  lancip menggunakan tinta  cair  yang  dapat diisi ulang, dan  penggunaannya pun dapat menghasilkan goresan yang lebih memiliki seni. Di Indonesia sendiri, Fountain Pen lebih dikenal dengan sebutan Pena.

3. Apa hubungan QS Al-Alaq ayat 4 dengan pulpen?

    Jawab: Yakni  mengajarkan   manusia   menulis   dengan  pena. Allah  mengawali dakwah Islam  dengan seruan dan  ajakan  untuk  membaca dan  menulis, karena di dalamnya terkandung manfaat yang sangat besar.

4. Sebutkan Langkah-langkah penggunaan pulpen?

Jawab: 1.  Pegang pulpen  dengan benar.

            2.  Letakkan ujung pena  (nib) di atas kertas.

            3.   Pastikan tangan dalam posisi kaku jika ingin menulis.

            4.   Tekan pulpen  dengan lembut.

5. Apa manfaat pulpen bagi kehidupan? 

Jawab: manfaat Pulpen  bagi  manusia adalah untuk  menulis suatu hal,yang dapat dihilangkan oleh  tipe  x/label,dan cara  pemakaian pulpen dengan cara  memegang batang tubuh  pulpen  tersebut dan cara  makainya kita tinggal menggerak-gerakannnya sesuai apa  yang mau kita tulis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRAKTIK PENGEMBANGAN MEDIA BERBASIS WEB